Kampanye Safety Driving

Posted under Eksternal on : 05/06/2015 16:00:44

Acara yang berlangsung di empat kota yaitu di Bandung, Semarang, Surabaya dan Jakarta ini sangat bermanfaat sekali. Pasalnya dalam acara ini, pendidikan mengenai lalu lintas, tata cara sebelum mengendarai kendaraan hingga efek kemacetan yang terjadi menjadi pembahasan yang berbobot dan menyadarkan akan arti penting selama melakukan atau mengendarai kendaraan.

Sebagai komunitas mobil kenamaan dari merek Toyota, Veloz Community atau kerab dengan sebutan Velozity ini mengundang beberapa komunitas untuk hadir di Kampanye Safety Driving dengan tema Think Before You Drive yang berlokasi di aula TMC Polda Jakarta Pusat. Komunitas mobil yang hadir pada tanggal 31 Mei 2015 lalu adalah ERCI (Ertiga Club Indonesia), TAC (Toyota Agya Club), CAI (Club Ayla Indonesia), DGCI (Datsun Go Club Indonesia), SIC (Sirion Club Indonesia), CSI (Chevrolet Spin Indonesia), Toyota Etios Valco Club Indonesia (TEVCI)dan AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club).




Masing – masing perwakilan dari setiap komunitas disambut hangat saat menginjakkan kaki tepat di depan meja penerima tamu, pengaturan aula yang luar biasa membuat kami terpukau. Berjejer rapi deretan booth sponsor dan X-Banner sponsor di acara tersebut, seperti booth Indosat, booth ACC serta X-banner dari sponsor seperti 1 (One) Station, GT Radial, Asuransi Garda Oto, Auto 2000 Pramuka dan Toyota Astra Motor.

Sebelum acara dimulai, master of ceremony atau MC meminta waktu sesaatnya kepada Ketua Umum Velozity,Bp. Didy Soe untuk memberikan sepatah dua kata atas keberhasilan Kampanye Safety Driving di empat kota. Tak lupapula MC mengundang perwakilan dari sponsor yang hadir saat itu untuk menyampaikan sedikit kata sambutannyaseperti, Bp. Rendi dari perwakilan Toyota Astra Motor dan Bp. Biyosmal dari Auto 2000 Pramuka. Selain itu MC juga memberikan kesempatan kepada perwakilan dari komunitas-komunitas yang hadir untuk maju ke podium dan memberikan kata sambutan tersendiri dan mereka adalah  Imam dari TAC, Feterina dari ERCI, Indra dari AXIC, Momski dari CAI, Jul dari SIC, Daniel dari CSI, Amid dari TEVCI, dan Gomgom dari DGCI



Puncak acara sosialiasi Kampanye Safety Driving pun akhirnya dimulai pada Pk. 10.00 WIB yang dibawakan oleh AKBP Warsinem, dan beliau sekaligus merupakan Kasubdit Pendidikan. Awal sosialiasi mengenai Pendidikan Karakter Sejak Dini untuk Anak-Anak, yang mana pembelajaran mengenai lalu lintas bisa dikenalkan sejak usia kanak-kanak, mengingat di Indonesia memiliki tempat pembelajaran seperti Taman Lalu Lintas di Bandung dan mengajarkan anak-anak bahwa Polisi adalah Sahabat Anak, yang artinya seorang polisi bisa menjadi tempat mengasyikkan untuk belajar dan tidak selalu menakutkan.



Selain itu ibu Warsinem juga memberikan informasi terbaru demi kelancaran lalu lintas dan kepatuhan masyarakat dalam berkendaraan yang bernama Operasi Patuh Jaya 2015, dan sudah berjalan sejak awal tahun ini. Tidak sedikit masyrakat yang bertanya-tanya mengapa Jakarta macet, penuh sesak oleh kendaraan bahkan bangunan baru di tengah kota. Hal tersebut juga menjadi pembicaraan yang telah dikemas khusus, dan rangkuman itu adalah sebagai berikut :

1  . 1.Penyebab kemacetan di Jakarta.

1a. Kebutuhan Perjalanan Per-hari                 

  • Orang    = 20.7 Juta/hari
  • Ranmor = 56.8 %/hari
  • KA          = 2%/hari

1b. Pembangunan pusat kegiatan (pembangunan megamal dan superblock) dan insfraktrustur jalan menjadi pemicu utama kemacetan di Ibukota dan kekacauan lalu lintas, serta minimnya lahan parkir sehingga membuat masyarakat melakukan parkir dipinggir jalan, dan hal ini dikarenakan 2 hal :

  • Rendahnya tingkat disiplin
  • Faktor lingkungan dan insfraktruktur  rusak serta proses pembangunan insfraktrustur yang cukup memakan waktu.
Sehingga diperlukannya jaringan terpadu atau angkutan masal guna meminimalisir keadaan diatas tersebut.

1c. Alasan mendasar atau bisa disebut dengan Hakekat Ancaman yang menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas yaitu :












2. Pertumbuhan kendaraan bermotoryang mencapai angka 11,26 % dan Jalan 0,01 % pun tak pelak meliputi dan menjadi ancaman tersendiri, hal ini bisa dilihat melalui perbandingan dari tahun 2012-2014 :

Tahun

Jumlah

Roda 4

Roda 2

2012

14.487.776

3.600.205

10.747.571

2013

16.116.325

4.102.284

12.014.141

2014

17.523.967

4.439.595

13.084.372

 

 

 


AKBP Warsinem juga mensosialisasikan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkendara hingga Hak dan Prioritas bagi masing-masing pengendara, seperti ;

1. Jurus “Tri Siap”

  •     Memahami aturan lalu lintas
  •     Siap phisik untuk berkendara.
  •     Siap kendaraan (laik jalan).

2.Selama diperjalan hal yang harus diperhatikan adalah

  • Berpikir Jauh kedepan :
  1. Konsentasi dalam berkendara.
  2. Fokus dalam mengendarai kendaraan : memerhatikan rambu jalan.
  • Siap antisipasi -----> Mempersiapkan keperluan bila terjadi kendala pada kendaraan.
  • Pengendalian diri -----> Bersabar selama berkendaraan bila menghadapi kemacetan dan menemui pengendara yang temperamental.

3. Hak dan Prioritas

Pengendara regular (masyarakat biasa) dilarang menggunakan rotator, sirine dan strobo tanpa seizin dari kepolisian setempat. Hal ini ditakutkan mengganggu pengendara lain dan mengakibatkan kacaunya lalu lintas.


Dari beberapa rangkuman diatas tersebut, banyak sekali hal yang bisa menjadi pembelajaran sendiri. Terutama di suatu komunitas mobil, yang notabene selalu menggunakan kendaraannya untuk kepentingan pribadi dan komunitas. Karena apapun bentuknya dalam mengendarai kendaraan, tetap diperlukan dan diperhatikan rambu jalan, konsentrasi dalam mengendarai kendaraan dan surat izin kepolisian bila akan melakukan konvoi.





 

Momski CAI 062.

 *Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyebutan nama dan sponsor