Cara Berkendara Saat Malam Bagian 1/3

Posted under Share Of The Day on : 13/02/2018 11:00:21

Meski memang sulit memastikan apakah bayangan gelap di depan lampu depan mobil Anda itu rusa atau pejalan kaki saat berkendara malam hari, kiranya "tidak" sulit untuk mengakui kenapa berkendara saat malam bisa jadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak pengemudi mobil. Meski faktanya sebagian besar kegiatan berkendara dilakukan siang hari, namun sekitar 40-50% kecelakaan terjadi pada malam hari. Meski begitu, tidak ada alasan menyatakan bahwa berkendara saat malam hari merupakan sesuatu yang tidak aman dilakukan — karena dengan beberapa tindakan pencegahan sederhana, Anda dapat berkendara dengan aman, menjaga agar visibilitas tetap tinggi, bahkan menikmati uniknya pengalaman berkendara malam hari yang mengasyikkan!

Menggunakan Praktik Berkendara yang Aman

Bila ragu, nyalakan lampu mobil. 
Kala malam perlahan menjelang di atas jalanan kota dan sepanjang jalan tol, hampir selalu ada waktu satu atau dua jam di mana beberapa mobil menyalakan lampu sementara yang lain tidak. Secara umum, bila Anda melihat hari menjadi gelap (bahkan bila hanya sedikit redup), sebaiknya segera nyalakan lampu mobil. Meski sebenarnya Anda masih bisa melihat jelas saat itu, pengendara lain akan bisa lebih mudah melihat Anda bila lampu mobil menyala (terutama saat matahari tenggelam di belakang Anda, yang mengaburkan pandangan ke arus kendaraan dari arah depan).

Tambahan lagi, penting kiranya untuk dicatat bahwa di banyak yurisdiksi, berkendara tanpa menyalakan lampu depan di sore dan pagi hari, adalah tindakan melawan hukum. Misalnya, di California, lampu depan kendaraan bermotor harus dinyalakan mulai satu setengah jam sebelum matahari terbenam sampai dengan satu setengah jam setelah matahari terbit (dan selama kondisi apa pun yang membuat visibilitas rendah).


Jangan ngebut. 
Secara umum, berkendara saat malam menuntut kecepatan yang lebih rendah dibanding siang hari (bahkan dalam kondisi jalan berpenerangan baik), karena turunnya rata-rata kemampuan untuk melihat dan bereaksi terhadap ancaman lalu lintas, pejalan kaki, dan halangan lain. Anda memang tidak bisa mengendalikan jenis ancaman yang dihadapi, tetapi tetap mampu mengendalikan cara Anda berkendara. Cara yang paling cerdas adalah dengan mengurangi kecepatan, memberi Anda lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap masalah apa pun yang menghadang. Jangan pernah “mendahului” lampu mobil — dalam artian berkendara begitu cepat sampai tak mampu berhenti sepanjang jarak yang mampu dijangkau oleh lampu mobil di depan Anda.

Aturan umum berkendara yang aman saat malam adalah: "Kecepatan yang tertulis di rambu lalu lintas adalah batas kecepatan tertinggi yang legal dicapai — bukan kecepatan tertinggi yang aman dijalani." Jangan takut untuk menurunkan kecepatan di bawah batas kecepatan kalau memang tak mampu melihat jauh di depan Anda, terutama saat berkelok atau jalan menanjak, di mana visibilitas jauh menurun. Biarkan kendaraan lain lewat, bila perlu.


Waspadalah terhadap pengemudi yang mabuk dan lelah
Secara statistik, hampir selalu ada pengemudi yang mabuk dan kelelahan di jalan saat malam ketimbang siang hari. Akibatnya maut — misalnya seperti pada tahun 2011 lalu, ketika berkendara dalam keadaan mabuk menyumbang kecelakaan saat malam menjadi empat kali lebih banyak dibandingkan saat siang. Kedua kondisi ini dapat secara dramatis menurunkan kecepatan reaksi pengemudi dan mengarah pada perilaku ugal-ugalan, jadi waspadalah selalu terhadap pengemudi yang kacau membawa kendaraan dan jauhi mereka.

Ingatlah bahwa pada malam libur (Jumat dan Sabtu) biasanya akan ada lebih banyak pengemudi mabuk dibanding malam hari biasa karena orang cenderung memulai akhir minggu mereka dengan sedikit minum minuman keras. Di hari libur nasional, situasinya kadang jauh lebih parah. Misalnya, sejumlah analisa menunjukkan bahwa di jam-jam awal setiap tanggal 1 Januari menjadi waktu yang paling mematikan dalam setahun dalam hal kecelakaan akibat pengemudi mabuk.

Istirahatlah sesering mungkin untuk melawan lelah. 
Sebagaimana kesiagaan untuk waspada terhadap pengemudi yang kelelahan saat berkendara, Anda juga harus waspada terhadap kelelahan Anda sendiri. Kelelahan di jalan dapat membawa banyak resiko yang setara dengan kondisi mabuk, termasuk penurunan kewaspadaan, lambat bereaksi, sering "bengong," keluar-masuk jalur pembatas, dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah ini, pastikan Anda berhenti dan beristirahat di pinggir jalan sesering mungkin untuk berolahraga, makan dan/atau mengonsumsi kafein, sebelum kembali fokus ke jalan raya.

Jika Anda kelewat lelah untuk berkendara dengan aman — misalnya jika Anda kesulitan membuka mata karena kantuk — berhentilah di pinggir jalan atau cari pemberhentian resmi untuk istirahat dan tidur sebentar. Jauh lebih baik mencari aman ketimbang menyesal. Mewaspadai resiko kehilangan nyawa akibat ketiduran saat menyetir selama beberapa detik jauh lebih penting ketimbang ketidaknyamanan akibat terlambat sampai tujuan.


Waspada terhadap binatang, terutama di daerah pedesaan. 
Binatang yang menyeberang jalan dapat sangat berbahaya saat malam, karena sangat sulit melihat mereka di kondisi pencahayaan rendah di jalan raya, saat melaju dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan-kecelakaan yang melibatkan binatang besar seperti rusa dapat sangat mematikan atau mengakibatkan kerusakan parah (terhadap pengendara, binatang dan mobil). Jadi, tetaplah waspada saat berada di lokasi di mana rusa atau binatang lain kerap menyeberang jalan (seperti wilayah pedesaan). Perhatikan rambu-rambu lalu lintas bertanda binatang menyeberang jalan dan kurangi kecepatan. Waspadai pula bahwa sebagian besar kecelakaan terkait rusa terjadi di akhir musim gugur dan awal musim dingin (meski dapat juga terjadi sepanjang tahun).

Jika melihat binatang di depan sana, di tengah jalan, tindakan terbaik biasanya adalah “jangan membanting setir”. Meski insting dasar cenderung membuat Anda banting setir, justru inilah yang menjadi penyebab utama luka parah serta kematian dari semua kecelakaan terkait rusa.[8] Yang harus Anda lakukan adalah menurunkan kecepatan sebanyak mungkin dengan menginjak rem dan biarkan mobil menabrak binatang itu.

Salah satu trik ampuh mengetahui ada binatang di depan sana adalah dengan mewaspadai retina mata mereka. Meski biasanya sulit atau bahkan mustahil melihat tubuh binatang sebelum berada pada jarak jangkauan lampu mobil, Anda sering kali dapat melihat kilauan mata mereka jauh sebelum itu. Jika Anda melihat sepasang titik berpendaran di kegelapan malam, jauh di depan, segera turunkan kecepatan!


Gerakkan mata terus-menerus. 
"Melotot ke depan" dalam waktu lama sulit dilakukan oleh kebanyakan pengendara. Agar tetap berfokus, cobalah menggerakkan mata terus-menerus selama berkendara. Jangan berhenti memindai jalan di depan Anda terhadap potensi kecelakaan. Liriklah ke sisi jalan dan periksa cermin di kiri-kanan mobil agar tetap waspada akan kondisi sekitar. Tahan dorongan untuk melulu berfokus pada jalur pembatas di tengah jalan — karena ini tidak akan memberi informasi visual penting dan malah cenderung "menghipnotis" Anda menjadi kurang waspada.

Kondisi jalan yang tenang dan sepi di kebanyakan situasi berkemudi, juga kegelapan di sekeliling saat malam, dapat menghipnotis pengendara jadi setengah bengong. Pun bila ia tidak langsung lelap, kondisi lepas fokus seperti ini, yang melambatkan refleks tubuh, memicu kelupaan dan kegentingan lain, jelas sangat berbahaya. Jangan lengah dan tetap waspada — Nyawa Anda dan pengendara lain bergantung pada hal ini.


Gunakan kewaspadaan berkendara selayaknya siang hari. 
Yang ini mungkin tak perlu dikatakan lagi, tetapi tetap patut ditegaskan bahwa semua kewaspadaan berkendara yang biasa Anda lakukan saat siang justru menjadi makin penting saat malam. Pastikan memakai sabuk pengaman, atur kursi dan semua cermin, matikan ponsel, dan fokuslah berkendara selama berada di belakang setir. Kewaspadaan sehari-hari yang sederhana ini akan membuat kegiatan berkendara menjadi lebih aman dan mengurangi potensi kecelakaan, baik siang maupun malam.

Sumber : https://id.wikihow.com/Berkendara-Saat-Malam
Sumber Pict : https://goo.gl/CQo22b