Kartini ala CAI Sisi Lain Wanita yg Berkecimpung di Dunia Komunitas Mobil

Posted under Share Of The Day on : 23/04/2015 08:57:26

Keanggunan seorang wanita tidak dapat diukur begitu saja melalui attitude atau tingkah laku dan tutur katanya. Karena setiap wanita merupakan pribadi yang unik, tidak ada persamaan dalam hal apapun antara wanita yang satu dengan yang lainnya. Bahkan tingkat ukuran seorang wanita tidak dapat juga dilihat dari seberapa kuat dia mampu mengangkat sebuah benda / barang, karena ukuran kekuatan seorang wanita hanya dapat dilihat melalui mata hati.

Ini dikarenakan letak kekuatan dan kelemahan wanita dapat terbuka dan tertutup yang mana hanya bisa dilihat secara seksama melalui mata hati seseorang. Pasalnya thetrue strength is when you have alot to cry about, but you choose to smile and take another step forward instead ; seorang wanita bak artis kawakan yang dapat menyembunyikan perasaan apapun yang sedang dialami.Namun disaat seorang wanita mampu bangkit dan terus mencoba untuk berjalan dengan tegar, disaat itu seluruh kekuatan didalam dirinya dikerahkan.

Sama halnya jika selama ini ada beberapa pandangan yang menganggap bahwa seorang wanita baiknya berada dirumah sembari ‘hanya’ mengurusi keperluan pasangan dan keluarga kecilnya dengan mengesampingkan  cita-cita, ambisi atau sederhananya hobby dan bisa juga harus mengesampingkan bakatnya. Hal ini biasa kita dengar dengan kalimat “lebih baik diam dirumah, mengurus suami, anak dan keperluan rumah”. Namun dengan seiring berjalannya waktu, seorang wanita kini tidak seperti itu, wanita kini adalah wanita Kartini, yang memiliki kemajuan dalam pola berpikir, berpendapat bahkan ingin memiliki persamaan dengan kaum Adam atau emansipasi.

Hal tersebut dapat dengan mudahnya kita lihat, tidak sedikit wanita memiliki kemampuan multitasking bahkan disaat seorang wanita (lebih tepatnya seorang istri dan sekaligus ibu) harus melakukan berbagai hal dalam kurun waktu tertentu, wanita sanggup!! Mengerjakan pekerjaan seorang ibu rumah tangga, belum lagi mengurusi suami dan anak-anak, bahkan juga bila berkecimpung dalam suatu komunitas (apaplagi jika komunitas itu merupakan wadah yang sebenarnya adalah dunia kaum Adam), yang mana dituntut untuk profesional dan bijaksana.Contoh nyata dalam hal ini ada di Club Ayla Indonesia (CAI), yang mana di CAI ini terdapat sebuah kelompok yang bernamakan Ibu Negara CAI (INC), berisikan istri dari para suami yang memang anggota resmi komunitas ini. Bahkan tidak sedikit para wanita ini-lah yang justru anggota CAI sedari awal, dan suaminya yang mendukung dengan cara ikut serta mendampingi istri di kegiatan CAI.



Tak heran juga bila saat seorang wanita sanggup melakukan hal-hal yang biasanya hanya bisa (mungkin juga, hanya boleh) dilakukan oleh kaum adam seperti mengendarai kendaraan sendiri tanpa bergantung pada seorang suami atau supir untuk mengantar ke tempat tujuannya. Karena wanita masa kini memiliki kebebasan yang sama seperti kaum Adam, dan kemandirian seorang wanita jelas terlihat dalam hal ini. Mungkin memang kesannya sepele, namun disaat seorang wanita dapat berdiri tegak seorang diri, disaat itulah kekuatan dunia serasa berada didalam genggaman tangannya.Baik disaat harus berangkat melakukan berbagai aktifitasnya seperti mengantar dan menjemput anak sekolah, dan lain sebagainya. Kemandirian ini jelas sekali terlihat dari para anggota INC,terlihat anggun namun penuh tanggung jawab dan berani bertindak seorang diri demi keluarga kecilnya.


Bahkan saat ini bukan hal yang tabu bila seorang wanita memiliki mimpi masa kecil menjadi sebuah kenyataan (bahkan bila hanya sesaat namun pernah merasakannya), seperti menjadi seorangpenyanyi  maupun penari. Dan melakukan hobby atau bahkan sekedar ingin mencoba hal yang baru di dunia kaum Adam seperti melakukan petualangan alam (nature adventure), sebagai contoh diving, flying fox, snorckling, berenang , bahkan photography yang mana biasanya wanitalah yang menjadi object pada kamera.




Kini itu semua bisa dikatakan, sudah tidak berlaku lagi bagi sebagaian wanita. Walau tidak dipungkiri ada beberapa orang yang menganggap masih tabu, saru bahkan dengan keras melarangnya, dan itu tidak salah!! Karena pemikiran seseorang bukan hal yang perlu dipermasalahkan, tapi bisa menjadi acuan bagi kaum wanita untuk mendapatkan kebebasan berekspresi dan kebebasan berekplorasi, walaupun akan mendapat cibiran aneh karena melakukan hal yang notabene hanya dilakukan oleh kaum Adam.



Tidak jarang juga seorang wanita bisa membantu keluarganya bahkan pasanganya dalam hal mencari nafkah. Kini banyak wanita yang tetap menekuni dunia kerja, bisnis bahkan memiliki wirausaha mandiri sendiri.Tidak sedikit juga seorang wanita masih bekerja daam keadaan mengandung, namun tanpa keluhan tetap menjalaninya dengan penuh sukacita dan senyuman. Bahkan dengan sadar atau tidak, ada pula kaum wanita yang memiliki pekerjaan di dunia kaum Adam, seperti menjadi seorang engeneering. Padadasarnya pemikiran seorang wanita sederhana saja, mereka hanya ingin terjun di dunia kerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan tidak menjadikan kesuksesan sebuah kesombongan. Sesuai dengan kutipan berikut a successfull woman is one who can build a firm foundation with the bricks others have thrown at her.




Kesimpulannya, bahwa letak kekuatan, kesuksessan, kehebatan seorang wanita berada di samping suami dan anak-anaknya. Dimana bila menjadi sebuah gambaran, posisi wanitaberada di tengah, menjadi sebuah tonggak, landasan bagi suami dan anak-anaknya. Jangan remehkan kaum wanita dengan berbagai tudingan, karena kaum wanitalah yang akan senantiasa mendampingi pasangannya dan memberikan keindahan dunia dalam sebuah rumah tangga.

A woman

She believed

She could

She did

 

Selamat hari Kartini untuk para anggota Ibu Negara CAI.